Saturday, July 3, 2021

Custom Artwork (Memaksimalkan warna)

Untuk dapat menggunakan warna supaya bisa indah, maka warna-warna harus di pelajari, di praktekkan dengan sadar pada tiap-tiap kali kita menggunakannya. Di antara sekian banyak teori-teori tentang cara bagaimana menggunakan warna supaya menjadi indah beberpa diantaranya patutlah kita mengetahuinya. 



Law of  Area Dalam Warna

Misalnya area warna yang luas efeknya seharusnya tenang, sedangkan are yang kecil hendaknya mewujudkan kontras yang kuat. Semakin luas area yang digunakan semakin tenang warna-warna yang seharusnya digunakan. Sedangkan semakin kecil areanya semakin menyolok kontrasnya. Kontras ini di sebabkan oleh perbedaan-perbedaan terntentu dari hue, value dan intensity.

Balance Trough "Crossing"or Repetition

Warna-warna atau value dapat di seimbangkan dengan pengulangan beberapa dari warna-warna dan value-value yang sama dalam berbagai bagian dari pada susunan, dan pengulangan ini kadang-kadang di sebut "Crossing" mempunyai tendensi untuk memberikan rasa seimbang.

Keyed  Colours

Kombinasi dari berbagai warna dikatakan di kunci apabila tiap-tiap warna mempunyai sesuatu yang sama dengan tiap-tiap warna yang lain. Seorang yang ahli dalam pewarnaan suka mengatakan bahwa penguncia-penguncian warna ini adalah rahasia dari pada suksesnya.



Warna-warna dapat dikatakan dikunci terhadap yang satu kepada yang lainya dalam cara-cara yang berikut ini :

1. dengan menetralisasi

2. Dengan mencampur satu dengan yang lain sehingga warna-warna itu mempunyai kesamaan

3. Dengan mngglasir dan memberi cadar

4. Mengikat dengan warna-warna yang netral

5. Menggunakan tekstur kasar.

Demikianlah teknik yang sekiranya dapat di terapkan dalam proses melukis ataupun penggunaan dalam seni digital.



Thursday, July 1, 2021

Custom Artwork (Teori Warna BAB II)

Teori Warna : Dari banyak sekian warna berupa pigman dua diantaranya yang pada umumnya dipakai yaitu "Prang System" dan "Munsell System". Menurut "The Prang System" warna dapat di bagi menjadi tiga dimensi :

1. Hue / nama warna : Panas/dinginnya warna

2. Value : terang/gelapnya warna

3. Intensity/Chroma : cerah/suramnya warna

Berikut penjabarannya :

1. Hue

Hue adalah istilah yang di gunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dan  lain-lain. Perbedaan antara biru dan hijau adalah perbedaan dalam hue, begitulah apabila hijau berubah kebiru-biruan maka dapat dikatakan telah berubah hue-nya dan dapat disebut hijau biru dan bukan lagi hijau.

a. Warna dapat dibagi menjadi 5 klas :

1. Primary

2. Binary/Secondary

3. Intermidiate

4. Tertiary

5. Quarternary

Dalam pigman ada tiga primary yaitu merah, kuning, biru. The six standard colours yaitu 3 primary dan binary, warna-warna yang berhadapan di sebut complementer.

b. Panas dinginnya warna

Merah dan jingga adalah warna-warna yang paling panas dari segala warna. Biru dan ungu adalah warna-warna yang paling dingin, hijau adalah diantara panas dan dingin, akan menjadi panas apabila berubah agak kekuning-kuningan dan menjadi dingin apabila berubah agak kebiru-biruan.

c. Pengaruh dari berbagai hue

Mata kita akan lekas letih dengan Six Standard Colours dari pada warna-warna intermidiate. Warna panas memberikan rasa gembira dan menggugah dari pada warna dingin yang memberikan rasa kalem dan tenang. Terlalu banyak warna panas akan sangat merasngsang dan menjerit, sedangkan terlalu banyak warna dingin kelihatan seperti menjauh dan objek nampak agak mengecil.

2. Value

Value kedua yaitu mengenai terang gelapnya warna. Ada banyak tingkatan dari terang gelap, mulai dari putih hingga ke hitam. Tetapi demikian mudahnya untuk penggunaan. Dr. Denman W. Ross membagi menjadi 9, masing-masing diberinya nama-nama dan simbol :

White = WG

HIGH LIGHT = HL = Yellow

LIGHT = L = Yellow Orange dan Yellow - Green

LOW LIGHT = LL = Orange dan Green 

MIDDLE =  M =  Red Orange dan Blue Green

HIGH DARK = HD = Red dan Blue

LOW DARK = LD = Red Violet dan Blue Violet

DARK = D = Violet

BLACK = B 




Jika tabel warna terang di bandingkan dengan tingkatan value maka akan dapat terlihat warna hue berubah secara berangsur dalam valuenya dengan yang paling terang di puncak dan yang paling gelap di dasar.

1. Bagaimana mengubah value

Value dapat dirubah dengan menambah putih atau mempercair untuk memperterang dan dengan menambah pigman atau hitam untuk mempergelap value yang berada di atas midle di sebut : High Value, sedangkan di bawah midle di sebut Low Value.

2. Tint dan Shade

Value yang lebih terang dari pada warna normal di sebut Tint, sedangkan yang lebih gelap di sebut Shade.

3. Efek dari berbagai value

Suatu warna akan kelihatan lebih tua di hadapan putih lebih pucat di hadapan hitam, sedangkan jika di hadapan abu-abu dengan value hampir bersamaan akan bercampur dan akan menjadi kabur. Light value kelihatan menambah ukuran suatu objek. Putih dan ligh value kelihatan merefleksi warna dan akan mempertua warna suatu objek yang ada di hadapanya. Hitam dan Dark Value kelihatan mengurangi ukuran dari suatu objek yang berada di hadapannya. Hitam mempunyai daya untuk menyatukan warna-warna dan dapat memberikan keselarasan dalam suatu komposisi, apa bila banyak warna cerah di gunakan bersama-sama. Close Value adalah value yang berdekatan atau yang hampir bersamaan, akan  berkesan lembut dan terang. Dalam banyak hal apabila kita menggunakan latar belakang terang maka efek yang indah akan dapat dicapai apabila value warna pada umumnya juga agak terang. Sedangkan apabila berlatar belakang gelap maka warna-warnanya juga agak kegelap-gelapan. Karena Close Value mengesankan ketenangan, sedangkan kontras tajam mengesankan sebaliknya.

3. Intensity

Intensity atau chroma adalah dimensi yang mengenai cerah atau suramnya warna, yaitu kualitas dari suatu warna yang memungkinkan suatu hue--merah, umpamanya untuk bisa dibuat berbisik, menjerit atau dibuat bicaranya bernada sopan.

Demikianlah sedikit pengenalan dari tingkat warna yang selalu di terapkan khususnya dalam seni lukis. Semoga bermanfaat.



Custom Arwork (BAB I Pembahasan Warna)

Warna dan Definisi : Warna menurut ilmu fisika adalah kesan yang di timbulkan oleh cahaya pada mata, menurut ilmu bahan adalah berupa pigman.
Peran Warna
Dalam seni lukis garis dapat memberikan keselarasan serta gerak-gerak irama, memberikan  sugesti bentuk-bentuk padat maupun massa di tambahi dengan tone dapat mengesankan ruang yang sempurna dan apabila ditambah lagi dengan di warnai maka dapat melengkapi  suatu lukisan hingga bisa nampak seperti nyata.

Warna dapat digunakan untuk sampai kepada kesesuaian dengan kenyataan, sebagaimana pada pelukis-pelukis realis atau naturalis. Namun warna dapat juga di gunakan tidak demi bentuk tetapi demi warna itu sendiri untuk mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan keindahannya serta dapat digunakan untuk berbagai pengekspresian. Masalah nampak seperti nyata menjadi nomor 2, warna dikemukakan sedemikian rupa sehingga merangsang mata, warnalah  yang menjadi syarat paling nikmat, menyukai warna meruapakan kegembiraan yang abadi dari manusia dan merupakan hiburan kehidupan.



Di samping itu warna dapat juga digunakan secara simbolis. Anak-anak misalnya, apabila di berikan kebebasan untuk memilih warna maka selalu memilih warna hijau untuk pohon gunung berapi merah dan langit biru meskipun pada kenyataannya pohon mungkin coklat, gunung berapi hitam langit kelabu. Hal-hal yang demikian ini dapat kita jumpai pada lukisan primitif, lukisan-lukisan pewayangan lukisan-lukisan abad pertengahan eropa.

Tetapi peranan warna yang terutama ialah kemampuannya untuk lebih dalam mempengaruhi mata getaran-getarannya menerobos hingga membangkitkan emosi. penggunaan warna sangat luas tidak terbatas pada seni lukis saja tapi juga dalam seni kriya, arsitektur, dekorasi, patung, bahkan pada segala benda pakai besar pengaruhnya terhadap kehidupan dan kesenangan manusia pada umumnya.

"Selamat menikmati.."