Monday, June 21, 2021

Custom Artwork (Healthy, Creative, and Productive by Painting)

Healthy, Creative, and Productive by Painting

Various art activities can be tried to make your life more enjoyable and your mind relaxed. for example: singing, playing music, dancing, drawing, and painting. Of course, adjust it to your preferences or talents so that you do it without feeling forced.

Many studies reveal Emotional Quotient (EQ) aka emotional intelligence plays an important role in success than just Intelligent Quotionent (IQ). A high IQ is not a guarantee of success, although a fairly good IQ score is still needed.

In other words, a balance between mind and emotional intelligence needs to be possessed by everyone to achieve success and happiness in life.

The role of EQ is increasingly important at this time. The flow of information is getting faster and more and more through the internet whose truth still needs to be checked. However, often the information manages to make a lot of people panic, even frustrated for things that don't really need to be worried about. Mental maturity is increasingly demanded in today's humans.

There are five components of EQ, namely: self-awareness, the ability to think before acting (self-regulation), tolerance for the environment (social awareness), the ability to influence others (social regulation), and the desire to work on behalf of others. the basis of love for something that is not only based on money (motivation).

Custom Arwork
Acrylic on Canvas

Painting is an activity that is really fun, emotionally we pour feelings into 2-dimensional images in a flat plane.

It's been at least two years for us to stay at home and work at home during the pandemic, we will definitely be faced with feeling bored while doing activities in one room every day. So to get rid of boredom we can do different activities such as painting or other fields of art.



Village


look forward to our next work

Lukisan dan Pengertian Seni Lukis 2021

Pengertian Seni Lukis
Seni lukis adalah cabang seni rupa yang diwujudkan melalui karya dua dimensi bermediakan kanvas atau permukaan datar lain yang di isi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna melalui cat atau pewarna dan pembubuh gambar lainnya.
Lukisan dapat berisi representasi alam seperti potret wajah, hewan, pemandangan. Bisa juga memuat gambar abstrak yang merupakan penyederhanaan bentuk alam. Atau berisi ungkapan ekspresif dari seniman berupa komposisi bentuk nonrepresentatif (tidak menyerupai apapun).
Soedarso Sp (1990: 11) mengatakan bahwa melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapatkan kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara penuh.
Seni lukis merupakan pengembangan dari menggambar. Lukisan memiliki corak atau gaya yang lebih rumit. Teknik dan bahan yang digunakan juga dapat lebih beragam dari menggambar pada umumnya.
Aliran Seni Lukis
Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, lukisan memiliki ciri khas, tema, teknik yang biasa disebut dengan gaya atau aliran. Berdasarkan cara pengungkapannya, aliran dan gaya lukisan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: representatif, deformatif dan nonrepresentatif. Berikut penjelasan dari masing-masing pembagian tersebut:
Representatif
Representatif adalah perwujudan gaya seni rupa menggunakan keadaan nyata pada alam atau kehidupan sehari-hari manusia dalam masyarakat. Beberapa gaya atau aliran seni rupa yang termasuk dalam kategori representatif adalah:

1. Aliran Naturalisme
Aliran seni rupa yang menggambarkan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu sepersis mungkin dengan keadaan nyatanya, seteliti mungkin. Sehingga diperlukan kemampuan yang terlatih untuk mewujudkan karyanya. Tokoh aliran naturalisme antara lain:
1.Wahidi
2.Abdullah Suryobroto
3.Basuki Abdullah
4.Mas Pringadi
5.Rubens
6.John Constabel
7.Thomas Cole
8.William Bliss Baker

Aclyric on canvas



2. Aliran Realisme
Yaitu aliran seni rupa yang memandang dunia ini tanpa ilus, dalam artian subjek atau objek yang dilukis ditampilkan apa adanya, sesuai dengan kenyataan sehari-hari, tidak di dramatisir atau dipilih hanya yang indahnya saja. Tokoh realisme antara lain:
 
1.Wardoyo
2.Trubus
3.Tarmizi
4.Dullah
5.Gustave Courbet
6.Jean-Francois Millet
7.Edouard Manet

Aclyric on canvas



3. Romantisisme
Aliran ini terkadang disebut romantisme yang sebetulnya kurang tepat. Aliran ini mengungkapkan tema yang masih representatif namun dengan cara yang dramatis. Misalnya menunjukan peristiwa yang dahsyat atau kejadian-kejadian penting dalam sejarah secara dramatis. Tokoh romantisisme adalah:
1.Raden Saleh
2.Fransisco Goya
3.Caspar David Friedrich
4.J.M.W Turner
 
Deformatif
Deformatif adalah gaya yang mengubah bentuk asli dari objek atau subjek yang dilukis, sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak benar-benar meninggalkan bentuk dasar aslinya. Beberapa aliran seni rupa yang termasuk dalam gaya deformatif adalah:
1. Impresionisme
Merupakan aliran yang hanya menggambarkan kesan sederhana dari apa yang dilukiskan.  Tokoh aliran impresionisme adalah:
1. S. Sudjojono
2.Claude Monet
3.Paul Cezanne
4.Paul Gauguin
5.Georges Seurat
 
2. Surealisme
Adalah aliran seni rupa yang mengubah sesuatu yang nyata menjadi tampak tidak nyata seperti menggambarkan manusia yang melayang. Sehingga gambar yang terdapat dalam luksan tampak seperti pada mimpi. Tokoh surealisme antara lain:
1.Salvador Dali
2.Rene Magritte
3.Frida Kahlo
 
3. Kubisme
Merupakan aliran seni rupa yang menyederhanakan objek nyata menjadi ke-kubus-kubus-an (bidang segi empat) atau objek geometris lainnya. Tokoh kubisme antara lain:
1.Pablo Picasso
2.Georges Braque
3.Juan Gris
  
4. Ekspresionisme
Merupakan aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa. Ekspresionisme lebih mementingkan ekspresi individu seniman dibandingkan dengan peniruan alam. Tokoh-tokoh ekspresionisme meliputi:
1.Affandi
2.Edvard Munch
3.Ernst Ludwig Kirchner

Nonrepresentatif
Nonrepresentatif adalah gaya yang tidak merepresentasikan sesuatu yang merupakan kebalikan dari representatif. Bentuk dasar dari gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya atau tidak menirukan alam sama sekali. Lukisan hanya di isi oleh bentuk-bentuk geometris sederhana, kumpulan garis, atau hanya berupa blok-blok warna yang terbebas dari bentuk alam seperti potret wajah manusia, pemandangan, dsb. Aliran-aliran nonrepresentatif antara lain:
 
1. Abstrak Ekspresionisme
Aliran yang menggunakan ekspresi spontan untuk menciptakan karya abstrak. Pelukis abstrak ekspresionisme menumpahkan cat langsung ke kanvas, mencipratkan cat dengan tongkat, dsb. Tokoh-tokoh Abstrak Ekspresionisme antara lain:
1.Jackson Pollock
2.Willem de Kooning
3.Mark Rothko
4.Helen Frankenthaler
5. Still
 
2. Formalisme
Aliran yang hanya menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris seperti segi empat, persegi panjang, segitiga atau hanya garis. Tokoh formalism antara lain:
1.Jasper Johns
2.James McNeill Whistler

Tema Seni Lukis
Secara umum, dapat dikatakan terdapat 6 tema dalam seni lukis, yaitu hubungan antara manusia dengan dirinya.
Seni lukis dapat digunakan untuk menuangkan ide atau gagasan dari seniman itu sendiri. Terkadang seniman menggunakan potret wajah dirinya sendiri sebagai objek atau subjek lukisan.
Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain.
Terkadang seorang pelukis juga mengekspresikan cita-rasa keindahan menggunakan orang-orang yang ada disekitarnya. Orang-orang tersebut bisa jadi orang terdekat seperti istri/suami, anaknya, orangtua, saudara, teman atau siapapun itu.
Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya.
Alam sekitar seniman dapat menjadi objek atau subjek yang menarik untuk menjadi tema lukisannya. Pemandangan gunung, hutan, laut, sungai, perkampungan, hingga kota.
Hubungan antara Manusia dengan Benda.
Benda-benda yang ada di sekitar kita juga dapat memiliki keunikan dan keindahan tersendiri sebagai sumber inspirasi melukis. Kita tidak pernah tahu karya seunik apa yang dapat dihasilkan dengan menggunakan berbagai benda keseharian yang ada di sekitar.
Hubungan antara Manusia dengan Aktifitasnya.
Aktifitas kehidupan sehari-hari yang beragam terkadang mencetuskan suatu ide untuk melukis. Kegiatan manusia dapat digambarkan secara langsung pada karya lukis, atau hanya menginspirasi terhadap ekspresi dan emosi yang ingin dikeluarkan oleh seniman.
Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal.
Imajinasi atau khayalan yang terkadang tiba-tiba melintas atau direnungkan, baik secara sadar ataupun tidak sadar (saat tertidur) merupakan inspirasi dan tema yang luar biasa untuk dilukis.
Alat dan Bahan (Media) Seni Lukis
Alat lukis utama adalah peralatan untuk mengaplikasikan atau membubuhkan cat pada media lukis, seperti: kuas, pisau palet, dsb. Penggunaan alat lukis sangat bergantung pada media, teknik, aliran dan tema yang akan dibuat. Beberapa contoh alat-alat lukis antara lain:
 
Alat lukis
Fungsinya untuk mengaplikasikan cat pada media lukis/kanvas
Pisau Lukis. Pisau lukis adalah alternatif lain dari kuas untuk membubuhkan cat. Cat yang dibubuhkan menggunakan ini biasanya dalam kuantitas besar dan untuk keperluan menciptakan efek timbul/muncul 3d.
Pisau Palet. Pisau palet biasanya terbuat dari plastik dan digunakan untuk mencampurkan cat.
Palet adalah tempat kita untuk mencampur dan menyiapkan cat sebelum digunakan.
Pensil dapat digunakan sebagai alat lukis untuk menggambar sketsa. Perlu diketahui bahwa bekas pensil dapat tidak tertutupi oleh cat, sehingga sebaiknya gunakan dengan hati-hati dalam guratan yang tipis.
Terdapat cat yang berbasis minyak dan air. Cat minyak biasa digunakan untuk melukis jangka panjang, agar cat tidak mudah kering dan dapat dengan mudah diperbaiki dengan mengelap cat yang belum kering. Cat berbasis air seperti cat akrilik atau cat air lebih cepat kering, sehingga lebih sulit untuk diperbaiki.
Tinta Bak. Tinta merupakan cat alternatif yang cukup banyak digunakan pada seni lukis.
Alat pembubuh cat khas/alternatif. Sikat gigi bekas, tongkat kayu untuk mengucurkan cat enamel, dsb. Terdapat banyak alat lukis alternatif lain yang dapat digunakan untuk menciptakan efek khusus.

 
Bahan (Media) Seni Lukis
Media utama yang sering digunakan dalam melukis karena kanvas terhitung awet dan tahan lama.
Jangan menggunakan cat minyak pada media kertas, karena kertas akan tergerus oleh zat yang ada pada cat minyak. Gunakan cat air dan lapisi dengan pelapis cat agar kertas bertahan lama.
Media kahs/alternatif. Kaca, Lempengan kayu, lempengan lobam, lempengan plastik, atau benda data 2d apapun dapat menjadi media lukis jika digunakan dengan tepat.
 
Teknik dan cara melukis
Melukis membutuhkan cara dan teknik yang tepat untuk membuat karya yang baik. Teknik lukis juga sebetulnya sangat tergantung pada tema atau aliran lukis yang akan digunakan. Kita dapat mulai dengan menentukan tema, menentukan objek atau subjek yang di lukis, lalu menyiapkan teknik yang dibutuhkan.
Menentukan Tema (Memunculkan Gagasan)

Memunculkan gagasan kreatif dapat ditempuh dengan cara:
Mengembangkan imajinasi dari apa yang sedang kita pikirkan atau dari pemikiran/pengalaman orang lain
Melihat subjek atau objek yang akan dilukis, misalnya pemandangan pantai, suasana pasar, dll.
Mencari inspirasi dari buku dan majalah
Mencari inspirasi dari internet atau sosial media
Mengunjungi galeri atau museum seni

Teknik melukis

Teknik melukis terdiri dari kerangka kerja dan teknik khusus yang digunakan untuk cat tertentu, seperti:
Membuat sketsa, lalu menyelesaikan detailnya
Membuat lukisan underpainting lalu mewarnainya dengan cat tipis (teknik lukis cat minyak)
Menggunakan kuas kering dan kuas basah. Kuas kering (kuas digunakan tanpa pelarut cat) cocok untuk membuat detail kecil, sementara kuas basah (kuas diberi pelarut cat) dapat menutupi permukaan luas dengan cepat.
Teknik lukis tidak dapat dijelaskan dengan singkat dan membutuhkan artikel khusus untuk menjelaskannya. 

 
Referensi
Soedarso, Sp. (1990). Tinjauan Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sarana.
Artikel Terkait
Seni Rupa 2 Dimensi: Pengertian, Unsur, Alat, Teknik & Contoh
27-Oktober-2019
Seni Instalasi - Pengertian, Sejarah, Kategori (Lengkap)
05-Oktober-2019
Seni Rupa - Pengertian, Fungsi, Wujud, Unsur, dsb (Lengkap)